loading...

Sunday, March 6, 2016

Pengujian Analisis Mutu Benih iImu dan Teknologi Benih

ANALISIS MUTU BENIH (AGH 656)
UJI KEMURNIAN BENIH





Oleh:
Zulfikar Saimi


Dosen Praktikum:
Dr. Ir. Eny Widjayati, MS
Candra Budiman, SP, M.Si








 



PROGRAM STUDI ILMU DAN TEKNOLOGI BENIH
DEPARTEMEN AGRONOMI DAN HORTIKULTURA
 SEKOLAH PASCASARJANA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2016


I.     PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Secara umum bahan dasar dalam budidaya tanaman adalah benih yang memegang peranan yang sangat penting baik dalam perbanyakan tanaman maupun dalam memperoleh produk hasil tanamannya (Ricki B, 2011). Namun itu perlu dilakukan Pengujian mutu dengan menyediakan contoh benih yang dapat dianggap seragam dan memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh ISTA ataupun lembaga perbenihan yang telah terakreditasi. Dasar dari penarikan contoh adalah untuk mendapatan contoh benih yang mewakili kelompok benih dalam jumlah yang cukup untuk keperluan pengujian mutu benih. Pada perinsipnya uji kemurnian dilakukan setelah melalui beberapa tahap pengambilan contoh benih yang dilakukan dari dari beberapa bagian yaitu dari suatu kelompok benih (contoh primer) kemudian dicampur menjadi satu wadah (contoh campur), selanjutnya benih campur dikurangi sesuai standar masing-masing benih yang telah ditetapkan oleh ISTA dan dikirim ke laboratorium (contoh kirim) untuk dilakukan pengujian. Sebelum pengujian kemurnian benih contoh yang kirim dilakukan terlebih dahulu jumlahnya diperkecil menggunakan metode dan alat yang telah ditetapkan sehingga diperoleh ukuran jumlah benih yang sesuai dengan aturan atau disebut contoh benih kerja yang kemudian di uji kemurniaannya.
Pengujian benih bertujuan untuk mengetahui kualitas benih. Penentuan kualitas benih dapat ditentukan berdasarkan kemurnian benih. Pengujian kemurnian benih dikelompokan menjadi tiga komponen yaitu benih murni, kotoran benih, jenis tanaman lain yang semuanya dipersentasekan kedalam setiap komponen berdasarkan berat. Benih yang dikategorikan murni adalah benih yang sesuai dengan pernyataan pengirim atau secara dominan ditemukan didalam contoh benih termasuk semua benih varietas tanaman dan kultivar dari spesies tersebut (Ilyas, 2015).

1.2 Tujuan
Praktikum ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai spesies benih dan kotoran benih dalam contoh benih, melalui uji kemurnian.

II.           BAHAN DAN METODE
2.1 Tempat dan Waktu Praktikum
Praktikum pengambilan contoh benih dilaksanakan pada Tanggal 23 Februari 2016 di Laboratorium Penyimpanan dan Pengujian Kualitas Benih Departemen Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor.

2.2 Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan dalam pratikum ini adalah sebagai berikut:

- Benih Padi (Oryza sativa)
- Timbangan Digital
- Meja kemurnian
- Mangkuk kecil
- Pinset
- Alat tulis
2.3 Metode Pelaksanaan
Langkah dalam pelaksanaan dalam praktikum ini adalah benih yang telah disediakan dimana benih diambil dari hasil contoh kerja ditebarkan diatas meja kemurnian yang kemudian diperiksa butir per butir dengan menggunakan pinset lalu dipisahkan dalam tiga bagian diantaranya kotoran benih (benih hampa dan kotoran lainnya) dan benih lain, setelah itu benih yang dinyatakan murni ditimbang dengan timbangan digital yang kemudian dianalisis berdasarkan persentase kemurnian. Perhitungan persentase benih murni, benih tanaman lain, kotoran benih dan faktor kehilangan dapat dihitung menggunakan persamaan berikut:
BM =
BM
x 100%
BM : Benih Murni
BM
BTL
KB

BTL =
BTL
x 100%
BTL : Benih Tanaman
           Lain
BM
BTL
KB

KB =
KB
x 100%
KB : Kotoran Benih
BM
BTL
KB

FK =
CK - ( BM + BTL + KB )
x 100%
FK : Faktor Kehilangan
CK


III.      HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1 Uji Kemurnian
Uji kemurnian dilakukan dari contoh kerja yang diambil dari contoh kirim. Contoh kerja benih padi yang telah didapatkan kemudian ditimbang sebagai bobot awal. Benih padi disebar di meja kemurnian yang telah dipersiapkan terlebih dahulu, selanjutnya masin-masing benih yang telah disebar di atas meja kemurnian diamati dan diklasifikasikan kedalam tiga kelompok yaitu benih murni, benih tanaman lain, dan kotoran benih. Benih kemudian diidentifikasi secara individual. Masing-masing komponen kemudian ditimbang lalu bobot benih dicatat menggunakan angka desimal sesuai dengan berat dari contoh kerja. Jumlah dari bobot seluruh komponen digunakan sebagai bobot akhir. Faktor kehilangan dari bobot akhir diperiksa, apabila selisih faktor kehilangan tersebut lebih besar dari 5% maka pengujian kemurnian benih harus diulang.




 

         Benih Tanaman Lain

Materi Innert
Benih Murni

Persentase dari masing-masing komponen kemudian dihitung dengan menggunakan angka 1 desimal. Persentase dari ketiga komponen yaitu benih murni, benih tanaman lain dan kotoran benih dijumlahkan. Apabila penjumlahan keseluruhan tidak 100% maka harus dilakukan pengurangan pada persentase tertinggi atau penambahan pada persentase terendah.
Kemurnian suatu benih merupakan presentase berdasarkan berat benih murni yang terdapat dalam suatu contoh benih (Sutopo 1984). Sebelum dilakukan pengujian kemurnian benih, contoh kirim yang diterima laboratorium perlu dilakukan pengurangan benih dengan alat sample divider untuk diperoleh contoh kerja. Contoh kerja dari masing-masing komoditas berbeda dan besarnya telah ditentukan berdasarkan standar ISTA 2014. Berdasarkan standar tersebut, pada pratikum ini contoh kerja atau berat awal benih padi yang digunakan untuk uji kemurnian dari 4 ulangan dirata-ratakan sebesar 71,92 gram.

3.2  Hasil
Berdasarkan hasil analisis kemurnian yang teak dilaksanakan diperoleh Hasil praktikum pada tabel dibawah ini menunjukkan mutu benih yang baik dengan rata-rata persentase kemurnian benih padi sebesar 98,92%.
Hasil Pengujian Kemurnian Benih Padi (Oryza sativa L.)
Kelompok
Bobot
BT
%
FK
BA
BM
KB
BTL
BM
KB
BTL
I
71,60
70,20
1,10
0,10
71,30
98,32
0,0154
0,1401
0,279
II
71,28
70,90
0,80
0,07
71,70
98,79
0,0111
0,0975
-0,69
III
74,84
74,26
0,32
0,08
74,58
99,46
0,0043
0,1072
0,241
IV
69,99
69,11
0,55
0,06
69,66
99,13
0,0079
0,0861
0,386

71,928
71,118
0,693
0,078
71,81
98,92
0,0097
0,1077
0,55
Keterangan:
BA          = Bobot Awal Benih;
BM         = Benih Murni;
KB          = Kotoran Benih;
BTL       = Benih Tanaman Lain;
BT          = Bobot Total Benih;
FK          = Faktor Kehilangan.

Persentase pada tabel tersebut diatas menunjukkan bahwa kemurnian benih tinggi yang artinya penanganan benih pada saat di lapang tepat karena persentase varietas lain maupun dengan kotoran benih sedikit. Adanya selisih yang tidak lazim pada table faktor kehilangan diatas pada benih padi ulangan 2 yang menunjukkan nilai negatif (-0,6 gram) hal ini mungkin disebabkan oleh beberapa faktor: adanya benih/kotoran yang tertinggal pada laci meja kemurnian sehingga waktu penimbangan, benih/kotoran tersebut ikut terbawa. Namun hasil dari pratikum ini masih masuk dalam nilai toleransi. Menurut ISTA 2014, kehilangan bobot saat pengujian tidak boleh lebih dari 5% bobot awal sebelum pengujian. Apabila faktor kehilangan yang diperoleh setelah pengujian melebihi standar yang telah ditentukan maka perlu dilakukan pengujian ulang. Berdasarkan hasil pengujian dalam praktikum ini diperoleh rata-rata faktor kehilangan sebesar 0.5 %.

IV.      KESIMPULAN
Berdasarkan Hasil diatas dapat disimpulkan bahwa, uji kemurnian merupkan standar pengujian dalam menentukan mutu suatu benih berdasarkan standar Internasional ISTA. Tidak hanya itu, penentuan kemurnian juga menentukan kondisi benih pada saat berada dilapang.


Daftar Pustaka
Ilyas. S, 2015. Teknik dan prosedur pengujian mutu benih tanaman pangan. Institut Pertanian Bogor. Penerbit: IPB Press.
ISTA-APSA-Danida Workshop on Sampling, Purity, Germination and Accreditation. 2003. Hannoi. Vietnam.
ISTA 2014. International Rules for Seed Testing. ISTA. Switzerland.
Ricki B. 2011, Pengujian Kemurnian Benih, http://rikiaishya.blogspot.com/diakses pada t anggal 1 Maret 2014.
Sutopo. 1984. Teknologi Benih. Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Malang. Penerbit: PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.

No comments:

Post a Comment

Proposal MAJLIS TA"LIM

Project Proposal PERMOHONAN BANTUAN RUTINITAS PELAKSANAAN KEGIATAN MAJLIS TA’LIM                   LOGO       ...